Sabtu, 06 April 2013

Kenapa Harus Pakai PSU Pure?

Kok musti pakai Power Supply Unit yang "Pure" sih? kan pakai PSU yang biasa Komputer juga tetep bisa nyala tuh. Penting gak sih PSU yang "Pure"?

Tidak banyak yang tahu apa itu PSU. PSU adalah komponen pada PC yang memberikan tenaga bagi kehidupan Komputer PC. Komputer PC yang saya maksud di sini adalah Desktop. Kenapa tidak banyak yang tahu? karena pada umumnya orang-orang tidak akan membeli PSU secara "Spesifik". PSU diperoleh saat orang membeli casing untuk PC mereka. Orang-orang hanya terpatok pada processor, besarnya RAM, dan besarnya hardisk. Kemudia VGA dan Casing menjadi hal yang selanjutnya ada di pikiran. Sangat jarang orang menaruh perhatian pada PSU. Ironisnya, PSU yang di bundling dengan Casing, sebagian besar memiliki kualitas seadanya, padahal PSU memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjaga pasokan listrik ke komponen-komponen PC sesuai dengan kebutuhan. 
Kasus yang paling sering muncul adalah, PSU tidak mampu memasok listrik sesuai permintaan PC dan power failure pun terjadi. Tidak jarang PC menjadi rusak dan banyak juga orang kehilangan data-data penting dari kejadian ini. 
nah, dengan begitu pentingnya peran PSU, pada post ini saya akan berikan tips dalam memilih PSU. Tips yang ada di sini cukup 3 saja, benar hanya 3 tips mudah. Mau 100? saya jadi capek ngetik bro -_- . Ok langsung saja...
  • alokasikan 10% budget komputer untuk membeli Pure PSU. Misalnya anda ingin membeli seperangkat PC seharga 4 juta rupiah, maka paling tidak siapkan 400 ribu untuk membeli Pure PSU.
  • hitung kebutuhan daya PC anda. daya yang mampu diberikan oleh PSU setidaknya harus cukup untuk PC anda. 
  • pilihlah PSU yang bagus. cara gampang mengetahui PSU yang bagus adalah dengan melihat kemasan PSU tersebut terdapat logo "80 Plus"
Saya rasa dari ketiga tips di atas yang ketiga lah yang sulit karena kita tidak tahu bagaimana sih PSU yang bagus itu, walaupun ada logo "80 Plus" tapi kita tetap harus lebih teliti dengan kemampuan PSU tersebut, tidak hanya terpatok pada logo "80 Plus" saja. Di bawah ini akan saya jelaskan beberapa hal bagaimana menentukan bagus atau tidaknya sebuah PSU. Saya bukanlah seorang expert, namun setidaknya uraian ini akan memberikan sedikit pencerahan. Bagus atau tidaknya paling mudah dilihat dari Spesifikasi PSU tersebut, kemudian validasi dari spesifikasi PSU itu. Spesifikasi PSU dapat berupa besarnya daya, power factor, Arus, Voltase, efisiensi, rail, ripple, dan yang lainya.

1. Daya Nyata (apparent)
Daya nyata merupakan daya secara nyata hasil produksi dari besarnya voltase (volt) dan juga kuat arus (ampere). Daya nyata dinyatakan dengan VA (volt ampere). Daya nyata ini bukanlah nilai yang sesungguhnya dikonsumsi oleh perangkat yang kita gunakan.
2. Daya Sesungguhnya (real
Daya real merupakan daya yang sesungguhnya dikonsumsi oleh perangkat. daya real nilainya lebih kecil dari pada daya nyata. ke mana selisih daya nya? Dari hubungan terlarang antara real power dan apparent power ini memunculkan yang namanya power factor (pf). secara singkat, pf adalah perbandingan antara Watt terhadap VA dengan nilai 0 < pf < 1. Bila pf = 1 artinya adalah tidak ada daya yang terbuang karena watt = va. Nah, watt inilah yang menentukan besarnya kemampuan PSU sehingga sesuai dengan perkiraan kebutuhan daya PC yang sudah anda hitung sebelumnya. Misalnya penghitungan daya PC anda membutuhkan 400 W maka belilah PSU dengan kemampuan 400 W, bukan 400 VA
3. Power Factor Correction (PFC)
PFC adalah kemampuan untuk memperbaiki besarnya power factor. Secara umum, PSU tanpa PFC akan menghasilkan nilai pf antara 0.5 sampai 0.7. untuk passive PFC akan menghasilkasn pf antara 0.7 – 0.8 dan untuk Active PFC menghasilkan pf sampai dengan 0.99. Kenapa pf begitu penting? pada negara yang melakukan billing dengan menggunakan besaran VA, maka akan lebih baik bila nilai pf sebesar mungkin. simulasinya adalah sebagai berikut:
- setrika A 300 watt dengan pf 0.7 menghasilkan 428.57 VA
- setrika B 300 watt dengan pf 0.9 menghasilkan 333.33 VA misalkan harga listrik adalah Rp.100,- / VA / detik maka setrika A harus membayar lebih mahal daripada setrika B. Berbeda jika listrik dihitung dalam watt, Rp.100,- / watt / detik maka yang harus dibayar setrika A sama dengan setrika B.
4. Efisiensi
Efisiensi adalah perbandingan antara besarnya energi yang dihasilkan terhadap energi yang digunakan (out/in) dalam satuan yang sama. PSU ideal memiliki efisiensi 100% yang artinya tidak ada energi yang terbuang. Saat ini kategori PSU yang baik adalah memiliki efisiensi >80%. Misalnya PSU A memerlukan daya 500W (PLN) untuk menghasilkan 400 W yang dibutuhkan oleh PC, maka efisiensi PSU A adalah 400/500 = 80% Rippleripple adalah fluktuasi pada besar arus listrik. Arus listrik yang digunakan dalam perangkat elektronik (termasuk PC) adalah DC (direct current), bukan AC (alternate current). Secara ideal DC memiliki besar yang tetap sepajang waktu, ripple yang dimaksud di sini adalah fluktuasi kecil pada DC yang terjadi dalam domain waktu yang kecil. ripple yang terlalu besar dan berlangsung dalam waktu lama dapat merusak perangkat elektronik. PSU dengan ripple <5% bisa dikatakan PSU yang bagus.
5.  RAIL
Rail atau jalur pada PSU saat ini yang penting adalah 3.3 Volt, 5 Volt, dan 12 Volt. Kenapa harus ada RAIL? ini karena setiap perangkat di PC membutuhkan supply tegangan yang berbeda. Saat ini komponen PC paling banyak memanfaatkan tegangan 12 volt, oleh karena itu rail 12 Volt sangatlah penting. PSU yang baik harus memiliki besarnya tegangan yang sesuai dengan rail nya. Misalnya tegangan pada rail 12 Volt haruslah sebesar 12 V juga, tidak boleh 11 V ataupun 13 V! memang secara ketentuan nilai yang ditoleransi adalah sebesar 5%.
a. 12 V, rentang toleransi tegangan 11.4 – 12.6 Volt
b. 5 V, rentang toleransi tegangan 4.75 – 5.25 Volt
c. 3.3 V, rentang toleransi tegangan 3.135 – 3.465 Volt

Arus (ampere) yang mengalir pada setiap rail juga merupakan faktor yang sangat penting. Karena saat ini komponen pada PC memanfaatkan lebih banyak jalur 12 V maka sudah seharusnya jalur 12 V memiliki besar arus yang besar. Ilustrasinya adalah sebagai berikut:
PSU 500 VA pada rail 3.3 V memiliki arus maksimal 30 A = 90.90 VA; pada rail 5 v memiliki arus maksimal 60 A = 300 VA; pada rail 12 V memiliki arus maksimal 9.1 A = 109.1 VA tidak lebih baik dari PSU 500 VA pada rail 3.3 V memiliki arus maksimal 30 A = 90.90 VA, pada rail 5v memiliki arus maksimal 30 A = 150 VA, pada rail 12 V memiliki arus maksimal 21.59 A = 259.1 VA

mengapa? karena komponen sekarang lebih banyak memanfaatkan rail 12 V. Jadi kita juga harus lebih mengukur pembagian daya pada rail PSU tersebut. Bila kita perhatikan, kemampuan PSU mensupply daya secara total adalah penjumlahan dari kemampuan supply daya tiap rail nya. Bagaimana PSU yang baik itu? menurut saya, untuk PSU 400 Watt arus maksimal pada rail 12V paling tidak adalah 23 A untuk PC sekarang.
Selain itu muncul juga istilah single rail dan multi rail. Multi rail, secara singkat adalah PSU yang memiliki rail 12 V lebih dari satu. Misalnya rail 12v1, 12v2, dan 12v3 artinya PSU ini memiliki 3 rail 12V. Hal ini diciptakan agar kabel yang digunakan pada rail 12 V dapat dibagi-bagi sehingga tidak perlu menangani arus yang terlalu tinggi. Nah, mana yang lebih baik antara single rail 12v/75A dengan multi rail 12v1/25A ; 12v2/25A; 12v3/25A??? masih menjadi perdebatan saat ini dengan masing-masing argument nya kalau pengen tau cari saja di google dengan kata kunci “single rail vs multi rail PSU”

6. Protection
Hal yang tidak kalah penting adalah proteksi yang dimiliki oleh sebuah PSU. Proteksi ini secara umum adalah untuk menghindari meledaknya PSU (yang berpotensi kebakaran) karena dipaksa bekerja melebihi kemampuannya. Proteksi ini misalnya Over Power Protection (OPP) dimana PSU akan switched off bila terjadi kelebihan daya, Over Current Protection (OCP) saat terjadi kelebihan arus, Over Voltage Protection (OVP) saat terjadi kelebihan tegangan.

Jadi PSU yang baik itu yang gimana sih? uda baca panjang lebar juga kaga ngerti nih...
PSU yang baik itu adalah PSU yang......
  • Mampu menyediakan daya sesuai spesifikasinya. Misalnya PSU 400W dengan benar dapat menyediakan 400W. inilah yang dinamakan Pure PSU.
  • Memiliki Active PFC sehingga nilai pf mendekati 1
  • Memiliki efisiensi > 80% "80 Plus"
  • Memiliki ripple < 5%
  • Memiliki RAIL yang sesuai spesifikasi tegangan dan arus. ingat, rail 12v yang terpenting untuk saat ini.
  • Toleransi tegangan tiap RAIL adalah 5%
  • Memiliki proteksi yang lengkap
  • Mampu bekerja 100% pada suhu kerjanya.
  • Memiliki konektor yang lengkap dan sesuai kebutuhan.

Harga, Garansi, Sistem Kabel (modular dan non modular) adalah pertimbangan tambahan
Kira-kira itulah hal yang menentukan baik/tidak nya PSU. Lalu muncul pertanyaan bagaimana cara kita mengukur besaran-besaran tersebut? jawabannya sangat sulit, mahal, dan membutuhkan keahlian/skill khusus. Trus???? cara termudah adalah dengan membaca review tentang PSU tersebut dari seorang reviewer handal dan dapat dipercaya.  Kok gitu??? ya, karena saya bukan Oarng yang EXPERT. ingat itu!

Sekian dari saya. Terima Kasih telah membaca ya ^_^

Jumat, 05 April 2013

Kenapa Komputer Harus Shut Down?

Setiap kali kita menggunakan komputer, setelah selesai harus melakukan proses shut Down, tidak boleh langsung dimatikan dengan memutuskan aliran listrik kepada komputer.
Bila kita terlalu sering mematikan komputer dengan cara mematikan hubungan listrik ke komputer tanpa melakukan proses Shut Down, ada beberapa kendala yang akan terjadi :
  • Pada saat proses shutdown komputer akan meregistrasi ulang komponen komputer yang terpakai (digunakan) dan software serta data yang dipakai atau yang di delete. Kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka komponen atau software serta data yang digunakan tidak dapat disimpan kedalam registrasi, sehingga bila terjadi masalah pada komputer maka komputer tidak dapat mengadakan system recofery berdasarkan tanggal atau waktu yang di tetapkan.
  • Pada saat proses shutdown, processor memberikan perintah kepada bios untuk menghentikan segala pekerjaan2 komponen peralatan, sehingga arus atau daya yang terpakai diputus secara normal, tapi kalau kita mematikan langsung maka komponen komputer secara mendadak mati tanpa pemutusan arus secara normal sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kerusakan pada komponen komputer.
  • Pada saat proses shutdown fan komputer akan bekerja duakali lebih cepat untuk proses pendinginan processor, kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka pendinginan processor tidak bekerja secara normal maka lama-kelamaan processor bisa rusak.
  • Pada saat proses shutdown system memory akan dikosongkan, sehingga pada saat komputer dipakai lagi maka memory sudah benar-benar dalam keadaan refresh, kalau kita mematikan komputer secara langsung maka besar kemungkinan memory bisa rusak.
  • Pada saat proses shutdown hardisk bekerja untuk menyimpan data yang diperintahkan processor serta menyalin data komponen serta software kedalam registrasi komputer, kemudian haed hardisk akan kembali keposisi awal (keposisi tidak membaca hardisk), kalau kita mematikan komputer secara langsung maka selain data komponen dan software tidak tersimpan pada registry, juga posisi head hardisk berada di tengah2 silinder hardisk, sehingga pada saat dihidupkan kembali head komputer dapat merusak silinder hardisk sehingga terjadi Bad sector hardisk, lama kelamaan akan menyebabkan hardisk rusak.

Itulah sebabnya mengapa pada saat proses shutdown komputer lama untuk mati, oleh sebab itu hendaknya mematikan komputer harus melakukan proses shutdown bila kita tidak ingin ada masalah kerusakan pada system komputer kita baik softwarenya maupun hardwarenya. ^_^

Terima Kasih telah mampir di Blog saya :-)
 

Sound Card Dan Cara Kerjanya

Kartu suara (Sound Card) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, Sound Card hanyalah sebagai pelengkap dari komputer. Namun sekarang, sound card adalah perangkat wajib di setiap komputer. Dilihat dari cara pemasangannya, sound card dibagi 3:
  • Sound Card Onboard, yaitu sound card yang menempel langsung pada motherboard komputer.
  • Sound Card Offboard, yaitu sound card yang pemasangannya di slot ISA/PCI pada motherboard. Rata-rata, sekarang sudah menggunakan PCI.
  • Soundcard External, adalah sound card yang penggunaannya disambungkan ke komputer melalui port eksternal, seperti USB atau FireWire.
SOUND BLASTER LIVE
Salah satu contoh sound card yang terbilang sangat sukses di pasaran Indonesia adalah Sound Blaster, dari Creative Labs.
Untuk memainkan musik MIDI, pada awalnya menggunakan teknologi FM Synthesis, namun sekarang sudah menggunakan Wavetable Synthesis Sedangkan untuk urusan digital audio, yang dulunya hanyalah 2 kanal (stereo), sekarang sudah menggunakan 4 atau lebih kanal suara (Surround). Kualitas nya pun sudah meningkat dari 8 bit, kemudian 16 bit, dan sekarang sudah 24 bit, bahkan 32 bit.
 
Cara Kerja
Ketika anda mendengarkan suara dari sound card,data digital suara yang berupa waveform .wav atau mp3 dikirim ke sound card. Data digital ini di proses oleh DSP (Digital Signal processing : Pengolah signal digital) bekerja dengan DAC (Digital Analog Converter: Konversi digital ke Analog ). Mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog, yang kemudian sinyal analog diperkuat dan dikeluarkan melalui speaker. 
Ketika anda merekam suara lewat microphone. suara anda yang berupa analog diolah oleh DSP, dalam mode ADC ( Analog Digital Converter : Konversi analog ke digital). Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang berkelanjutan. Sinyal digital ini simpan dalam format waveform table atau biasa ditulis Wav(wave) dalam disk atau dikompresi menjadi bentuk lain seperti mp3.

Ya itu aja.
-SEKIAN- ^_^

Kamis, 07 Maret 2013

Cara Mengubah Foto Menjadi Kartun dengan Photoshop

Jika pernah berjalan-jalan ke suatu tempat wisata, mungkin anda pernah melihat seorang seniman sedang melukis dengan cara profesional. Pastinya anda kagum akan kecepatan dan kelihaiannya melukis, ditambah lagi imajinasi yang dituangkannya kedalam gambar. Tetapi “Bagaimana bila kita tidak mempunyai Background sebagai seorang pelukis?”.

Untuk membuat sebuah foto menjadi kartun seperti dilukis, anda bisa ber-adu dengan seniman tersebut.Tentunya kita mengandalkan tools hebat disini yaitu Adobe Photoshop.

Sebagai bahan pelajaran kali ini saya akan memberi 1 buah gambar sebagai contoh.
  • Buka foto yang sudah dipersiapkan ke Photoshop dengan  memilih File > Open.Klik tombol CTRL + J untuk membuat duplikasi Layer.Beri nama layer baru dengan nama “sketsa”.Karna kita akan mulai meng-edit gambar sketsa lebih dahulu.


  • Klik 2x pada layer background > OK, Rename layer background menjadi warna.

  • Pilih menu Filter > Blur > Smart Blur.Tentukan parameter nya sesuai dengan :
- Radius sebesar 10.
- Threshold sebesar 35.
- Quality dengan High.
- Mode dalam keadaan normal.
Parameter radius dan threshold dapat anda sesuaikan dengan keinginan anda.Lakukanlah percobaan dengan angka yang menurut anda cocok.
  • lalu klik OK untuk melanjutkan.
  • Langkah selanjutnya pilih menu Filter > Sharpen > Sharpen Edges untuk mempertajam sudut-sudt gambar. Dilanjutkan dengan memilih menu filter > Other > High Pass.
Pada jendela High Pass lakukan pengaturan radius sebesar 2 pixel, anda akan melihat layer berubah menjadi warna abu-abu.
  • Klik tombol OK untuk melanjutkan.
  • Pilih menu image  > adjusments > Thresold.
Tentukan parameter Threshold Level sebesar 128. Bila ingin memodifnya silahkan saja, jangan ragu untuk mencoba broo.

Hasilnya anda akan melihat gambar tadi berubah menjadi gambar sketsa berwarna hitam putih.
  •  Klik tombol OK untuk melanjutnya ke langkah berikutnya.
  • Klik Menu Magic Wand Tool, tentukan tolerance sebesar 20.Lalu klik sembarang area yang berwarna putih, maka beberapa bagian akan terseleksi.
  • Pilih menu Select > Similar untuk memperluas area seleksi.
  • Selanjutnya tekan tombol delete untuk menghapus area yang terseleksi.Tekan kombinasi CTRL + D, dan area seleksi akan hilang, menampilkan gambar truk yang sudah mirip gambar kartun.

  • Sekarang kita akan beralih ke layer kedua, yaitu layer WARNA yang berada dibawah layer sketsa
  • Klik layer Warna, lalu pilih menu Filter > Blur > Smart Blur.Lalu buat pengaturannya sebagai berikut :
Radius 10
Threshold sebesar 35
Quality dengan High
Dan Mode dengan Normal.

  • Jangan lupa juga untuk meng-klik OK.

Sekarang coba anda bandingkan gambar yang belum di edit dan yang sudah di edit.

NB: dengan beberapa pengaturan yang berbeda (sesuai selera) tentu hasil edit foto bisa lebih bagus dari hasil edit foto pada post saya ini.

OK Sekian dan Terima Kasih

Memanfaatkan Seluruh Core Processor di Windows


Hhmm... Biasanya para penguna PC atau laptop tidak menyadari klo sebenernya Core dari suatu processor yg ada di komputer itu belum dimanfaatkan seluruhnya. Itu karena proteksi dari system operasi Windows untuk menghemat energi. contohnya jika anda menggunakan procesor dual core, sebenarnya system komputer itu hnya menjalakan 1 core aja, sehingga komputer terasa lambat alias lola, ga tau lola? (lola = loading lama). Lalu bagaimana cara memanfaatkan seluruh Core processor tersebut?
Begini caranya :
  • Buka Run lalu ketik "msconfig"kan terbuka jendela System Configuration, klik tab "BOOT"
 
  • Klik "Advanced Option...", maka akan terbuka jendela baru bernama "BOOT Advanced Options"
  • Beri centang pada "Number of processors"
  • Lalu pilih jumlah processor yang paling banyak/akhir. Sebagai contoh, processor dual-core hanya memiliki jumlah core 2 saja sebagai core terbanyaknya.
  • Klik OK, lalu klik Apply dan OK lagi
  • nanti setelah jendela System Configurtion ditutup, maka akan muncul notifikasi untuk merestart system. Maka restart saja.

Semoga post saya bermanfaat.
Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih
-SEKIAN- (^_^)

Jumat, 01 Maret 2013

Mengatasi Flashdisk Yang Terproteksi

Permasalahan ini biasanya FD hanya bisa dibaca saja, untuk menambahkan data dan penghapusan data tidak diijinkan. FD terkadang mengalami hal yang sama bila digunakan pada laptop yang berbeda. Tetap saja tidak dapat digunakan di laptop anda, walaupun terkadang dapat bekerja pada laptop yang lain. Hanya muncul pesan proteksi "Write Protect Error". Berikut indikasi tampilan di Windows jika mau diakses.
  • Pesan muncul ketika dilakukan format : "The disk is write protected"
  • Pesan muncul ketika melakukan write file atau memindahkan file ke FD : "Cannot copy file : The disk is write-protected. Remove the write-protection or use another disk"
  • Pesan lainnya yang muncul ketika FD dimasuki data dari hard disk : "The disk cannot be written to because it is write protected. Please remove the write protection"
 

Masalah tersebut dapat diatasi dengan cara berikut ini :
  • Perhatikan flashdisk anda apah terdapat tombol proteksi yang berfungsi untuk mengamankan data atau tidak
  • Jika terdapat tombol proteksi pada FD, geser tombol tersebut ke posisi unlock
  • Jika tidak ada tombol proteksi, gunakan DOS prompt Windows anda
  • Masuk ke DOS Prompt/Command Prompt Windows, lalu ketik CHKDSK/F Drive letter. Contoh (chkdsk/f D:) "D merupakan drive flash disk anda"
  • Setelah selesai memeriksa dari Check Disk (CHKDSK), coba anda buang file yang ada pada FD dengan perintah Del drive letter:*.*. Contoh pada perintah membuang file dari FD di drive D  (DEL D:*.*) lalu ketik y dan enter
 
  • Sekali lagi coba format dengan perintah DOS Prompt. Format D:
  • Atau gunakan cara melalui Computer Management dan lihat volume drive D, kemudian lakukan format lagi.
Nah, semoga flashdisk anda yang tadinya Write Protected telah kembali normal.
-SEKIAN & TERIMA KASIH-